Halaman

Sabtu, 05 Januari 2013

Join Shave For Hope!




Mau ikut berpartisipasi dalam Shave For Hope. Berikut hal-hal yang perlu anda ketahui.

Pertama, terus update info mengenai Shave For Hope melalui twitter @kidswithcancers, facebook Kids With Cancers atau langsung ke www.shaveforhope.com

Kedua, register online melaui website www.shaveforhope.com.

Ketiga, tunggu konfirmasi dari Shave For Hope.

Atau anda bisa berpartisipasi melakukan 5 cara untuk mendukung Shave For Hope melalui;
1. Shaves (mendonasikan rambut anda)
2. Money Donate (mendonasikan dana)
3. Buzzer (menyebarkan berita ini melalui social media)
4. Agent (mencari sponsor)
5. Freestyler (atau melakukan apa pun untuk mendukung acara ini)




sumber: www.shaveforhope.com

Kamis, 03 Januari 2013

The First Shave For Hope Event.

Pertamakalinya Shave For Hope diadakan pada 27 Mei 2012 di Gandaria City.


Johnny Andrean Salon sebagai pendukung utama dalam event Shave For Hope ini turut mendedikasikan tim hair stylist mereka yang terlibat langsung dalam proses pemotongan rambut para shavees. Bentuk dukungan ini merupakan salah satu wujud Corporate Social Responsibility (CSR) Johnny Andrean Salon.


Proses pemotongan rambut yang dilakukan sejak pukul 10.00-22.00 ini juga diramaikan oleh penampilan dari beberapa musisi, diantaranya Hivi!, Tompi, Twentyfirst Night, Gamila Arief, Indo Beatbox, Micky dan masih banyak lagi.

Target yang ditetapkan oleh pihak penyelenggara awalnya hanya sebanyak 1000 shavees saja, tapi ternyata at the end of the day hasil yang didapatkan adalah teradapat 1065 shavees yang berkontribusi dalam event ini dan menghasilkan total donasi sebesar Rp. 835.319.179,-.

Aksi penggalangan dana dengan mencukur rambut ini mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) dan tercatat sebagai rekor "Donasi Rambut Termahal" di Indonesia. Rambut termahal tersebut adalah rambut Bapak Agus Gunawan dari Young Presidents Organization yang dihargai kira-kira sebesar Rp. 500.000.000.

Rabu, 02 Januari 2013

What is Shave For Hope?




Apa yang akan Anda lakukan untuk membantu anak-anak penderita kanker? Tentu saja uang selalu dibutuhkan dan sangat mendukung dalam memperjuangkan pengobatan terhadap kanker. Tetapi jika anda tidak memiliki cukup uang, adakah cara lain untuk membantu mereka? Jawabannya adalah Shave For Hope.

Shave for hope adalah sebuah gerakan yang dibentuk oleh volunteers dari Asian Medical Students Association dan Evio Productions untuk meningkatkan awareness dan fundraising untuk anak - anak penderita kanker melalui Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia – Community for Children with Cancer (YPKAI-C3).
Tujuan dari acara ini adalah menarik partisipasi masyarakat untuk bersedia mencukur rambutnya (pria) atau memotong rambutnya (wanita) untuk menumbuhkan rasa empati terhadap anak-anak kanker dan menunjukan kepada mereka bahwa kehilangan rambut bukanlah sebuah halangan untuk menggapai mimpi.
Akan ada pihak sponsor yang mendonasikan uang per kepala yang mencukur rambutnya. Kami mengundang sebanyak-banyak orang untuk turut berpartisipasi dalam acara ini. Semakin banyak yang mencukur rambutnya, semakin banyak uang yang terkumpul untuk membantu anak-anak penderita kanker.

Ayo sebarkan berita ini dan ajak temanmu sebanyak mungkin untuk ikut bergabung dan peduli terhadap anak-anak penderita kanker. Ikuti terus beritanya melalui twitter @kidswithcancers dan facebook di Kids With Cancers. Atau kunjungi langsung www.shaveforhope.com.


Sumber: www.shaveforhope.com


Senin, 31 Desember 2012

Shave to save

Selama 12 tahun, Shave to save telah membantu mengumpulkan dana untuk the Hope Lodge of Kansas City, tempat dimana pasien kanker dan keluarganya akan tinggal selama proses pengobatan berjalan secara gratis. The hope lodge sudah melayani lebih dari 10200 pasien sejak tahun 2000.

Pada tanggal 9 May 2013, Shave to save akan kembali diselenggarakan oleh American Cancer Society di Midland theater. Sejumlah relawan sangat dibutuhkan dalam kegiatan tersebut sehingga pendaftaran telah dibuka sejak sekarang. Selain relawan yang siap membantu, sponsor dan shavee juga sangat dibutuhkan.

Dengan demikian, kami dapat melihat bahwa banyak cara atau metode yang dapat dilakukan dalam kegiatan Shave to Save untuk menunjukan kepedulian masyarakat terhadap orang penderita kanker. Apapun yang telah dilakukan dalam kegiatan ini sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan bantuan.

Apakah anda juga siap untuk membantu jika ada kegiatan seperti shave to save di Indonesia?

Minggu, 30 Desember 2012

Hair For Hope di Singapura



Children’s Cancer Foundation (CCF) adalah sebuah organisasi non profit yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup anak-anak penderita kanker dan keluarga mereka dengan meningkatkan emosional, sosial dan medical well-being.

CCF mengadakan kegiatan Hair For Hope pada tanggal 28-29 Juli 2012. Hair For Hope adalah sebuah kegiatan untuk mengumpulkan dana dengan cara memotong atau mencukur rambut. Hal ini melambangkan pengertian dan kepedulian dari seorang individu terhadap anak-anak penderita kanker. 




Kegiatan ini juga bertujuan untuk: 
1. Menciptakan kesadaran terhadap anak penderita kanker di Singapura
2. Menunjukan kepada anak penderita kanker dan keluarganya bahwa mereka tidak sendirian untuk menghadapi penyakit kanker.
3. Beritahu anak-anak penderita kanker bahwa botak bukanlah hal yang negatif.
4. Mengumpulkan dana untuk membantu anak-anak penderita kanker serta keluarganya.
5. Membangun sebuah komunitas yang memberi dukungan kepada anak-anak penderita kanker dan keluarganya.

Pada tahun ini, CCF berharap lebih dari 5000 perserta untuk berpartisipasi dalam kegiatan Hair For Hope dan mengumpulkan dana sebesar $2.5 juta.



Sabtu, 29 Desember 2012

Yayasan Sentuhan Kasih Anak Indonesia









Sentuhan Kasih merupakan Organisasi non-profit independen yang didirikan pada tahun 2004. Pada awalanya, Sentuhan Kasih Anak Indonesia belum menjadi yayasan tetapi sudah memberikan bantuan kepada siapa saja yang membutuhkan bantuan dana pengobatan untuk segala jenis penyakit, tidak hanya anak-anak dengan kanker.

Sejak tahun 2010, Sentuhan Kasih Anak Indonesia sudah resmi menjadi Yayasan Sentuhan Kasih Anak Indonesia (YSKAI) dan fokus terhadap pengobatan anak-anak dengan kanker di Indonesia. 

Yayasan Sentuhan Kasih Anak Indonesia didirikan oleh Ibu Sallyana Sorongan dan beliau ingin mengajak teman-teman yang memiliki kepedulian tinggi terhadap anak penderita kanker untuk mengulurkan tangan dan memberikan bantuan melalui YSKAI. 

Sumber :


Video : 





























http://www.sentuhankasih.com/galeri.html

Kamis, 27 Desember 2012

PT. Garuda Indonesia Peduli pada Anak Penderita Kanker

PT. Garuda Indonesia telah bekerjasama dengan YKAKI untuk membantu mengisi peralatan di salah satu rumah singgah yang dikelola oleh YKAKI yaitu Rumah Kita 2. Semua kebutuhan sehari-hari seperti makanan, susu, sembako dan lain-lain juga dilengkapi oleh PT. Garuda Indonesia dan donatur lainnya.

PT. Garuda Indonesia juga mendukung YKAKI melalui Program Garuda Indonesia Peduli kepada Kanker Anak. Kegiatan yang dilakukan adalah sebagai berikut:

  • Bantuan dana untuk pembelian peralatan dan fasilitas untuk Rumah Singgah. Rumah Kita 2 (RK 2) telah selesai direnovasi dan berkapasitas untuk 24 anak serta pendampingnya.
Dukungan untuk sosialisasi edukasi khususnya mengenai kanker pada anak yang telah diselenggarakan pada hari Kamis tanggal 28 Oktober 2010 secara cuma-cuma di Gedung Manajemen Garuda City, Area Perkantoran Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng. Sosialisasi ini diadakan dalam 2 sesi yaitu:


  1. Sesi I diperuntukkan bagindokter-dokter Puskesmas di lingkungan DKI Jakarta. Maksimum peserta berjumlah 150 orang.
  2. Sesi II diperuntukkan bagi penggerak PKK, petugas sosial masyarakat, kader-kader Posyandu serta karyawan PT. Garuda Indonesia. Maksimum peserta 350 orang.
Bantuan tiket penerbangan Garuda Indonesia untuk 4 orang dengan rute Jakarta-Amsterdam-Jakarta dalam kaitan pengurus YKAKI menghadiri ICCCPO Conference di Boston pada tanggal 21 hingga 24 Oktober 2010.


Sumber: http://www.ykaki.org/id/news/content/komitmen-pt-garuda-indonesia-untuk-peduli-pada-anak-anak-penderita-kanker